September lalu saya diberi kesempatan memberikan pelatihan Digital Marketing untuk pemantapan Wirausaha bagi binaan Dinas Sosial Kabupaten Tegal.
Di hadapan peserta pelatihan, yang sebagian besar berasal dari kalangan masyarakat miskin ekstrem, sebenernya saya merasa kesulitan.
“Bagaimana caranya menyampaikan strategi pemasaran digital kepada mereka yang sering kali berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar?”
Namun, ada fakta menarik: meski hidup dalam keterbatasan, hampir setiap keluarga peserta memiliki setidaknya satu ponsel yang terinstall aplikasi Whatsapp (WA).
Karena Digital marketing bukan hanya untuk mereka yang punya modal besar. Dengan ponsel dan internet, siapa pun bisa mempromosikan usaha mereka.
Kuncinya Terbiasa Membuat Konten dan Memperbanyak Database
Karena Sebagian besar peserta terbiasa menggunakan WA, maka saya ajak mereka untuk mulai membenahi pemasaran melalui WA atau biasa disebut WA Marketing.
Sebagai awalan perlu membuat profil WA yang disesuaikan dengan profil usahanya. Misal Agus Kayu, Budi Cilok, Ratna Olos, dll.
Kemudian membuat konten tentang info jualan mereka walau masih sederhana.
Sedangkan memperbanyak Database nomor WA bisa mulai dibangun dengan mencantumkan nomor WA di gerobak, spanduk, atau lokasi usaha agar mudah dihubungi calon pelanggan.
Selain itu juga bergerilya nomor WA baru di grup WA sesuai dengan target prospeknya masing-masing. Perlu diingat jangan menawarkan jualan secara “paksa” kepada mereka.
Labeli khusus nomor WA yang sudah menjadi pelanggan, lalu jalin interaksi rutin dengan mereka. Bisa sekedar sapaan, balas atau love status, serta sesekali siapkan promo untuk mereka.
Dengan strategi sederhana ini, usaha kecil dari kalangan masyarakat miskin sekalipun semoga bisa tumbuh dengan cepat, memanfaatkan apa yang mereka miliki.
—–
Disampaikan saat Pelatihan Pemantapan Wirausaha oleh Dinas Sosial Kabupaten Tegal
25-26 September 2024
di Kantor Dinas Sosial Kab. Tegal
—–
Syaakir Ni’am, S.Kom
Social Media Enthusiast



